Aksi Nyata Modul 3.3.a.10

1. RANCANGAN AKSI NYATA  MODUL 3.3.a.10

PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

Disusun Oleh: Prasepti Istiqomah, S. Pd.

CGP Angkatan 2 Kabupaten Kebumen

 

A.     JUDUL PROGRAM

Mengenalkan kegiatan yang melibatkan siswa dalam bentuk “proses pembuatan Gula Merah” sebagai bentuk pengenalan wirausaha

B.     TUJUAN

1.      Membentuk karakter siswa untuk menghargai jenis pekerjaan orang lain.

2.      Mengenalkan proses kewirausahaan dan proses kegiatan ekonomi

C.     LATAR BELAKANG

SD Negeri 1 Srati merupakan salah satu sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Kebumen, Kecamatan Ayah. SD Negeri 1 Srati berada disekitar wilayah yang memiliki asset daerah yang melimpah. Lingkungan kami berada di wilayah Pegunungan, Pantai, dan wilayah yang memiliki pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai modal berwirausaha. Walaupun kami berada di wilayah pedesaan dengan Sebagian besar penduduk pada wilayah ini bermata pencaharian sebagai petani air Nira yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan Gula Merah.

Berdasarkan pertimbangan tersebut kami ingin emmbuat program yang berdampak pada murid dengan melibatkan walimurid sebagai sumber asset yang dapat kami jumpai di wilayah kami.Walaupun murid-murid disekolah kami mengetahui bahwa mata pencaharian orang tua mereka sebagai pembuat gula merah, namun kami perlu meningkatkan pengetahuan serta mengenalkan awal mula proses kegiatan pembuatan gula merah dari air nira menjadi gula merah.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjembatani siswa sebagai pemimpin dalam kegiatan observasi. Siswa juga dapat mengenal wirausaha rumahan yang dapat dikembangkan dan dapat menjadi komoditi. Siswa akan menerapkan hasil observasi dari program ini sebagai penerapan dari kegiatan ekonomi mulai dari kegiatan prosuksi, kegiatan distribusi serta kegiatan konsumsi.

D.     TAHAPAN BAGJA

1.      B uat Pertanyaan

Apakah mengenalkan kegiatan yang melibatkan siswa dalam bentuk “proses pembuatan Gula Merah” sebagai bentuk pengenalan wirausaha

Dapat membentuk karakter murid yang bertanggungjawab dan memiliki rasa saling menghargai profesi orang lain?

 

2.      A mbil Pelajaran

·         Seluruh komponen sekolah berkolaborasi untuk membentuk karakter cinta lingkungan dan menghargai profesi orang lain


·         Pelibatan walimurid sebagai bentuk Kerjasama yang dapat menumbuhkan rasa saling menghargai antara pihak sekolah dengan walimurid.

 

3.      G ali Mimpi

·         Terwujudnya karakter murid cinta lingkungan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan memiliki rasa saling menghargai profesi orang lain.

·         Murid yang memiliki jiwa kepemimpinan adalah murid yang memiliki sikap jujur, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab.

 

4.      J – abarkan Rencana

·         Siswa bersama guru membuat janji dan jadwal kunjungan dengan salah satu wali murid yang memiliki mata pencaharian sebagai pembuat gula merah.

·         Siswa membuat beberapa pertanyaan dan tahapan yang akan digunakan untuk mendukung observasi.misalnya siswa menyiapkan handphone untuk mengambil dokumentasi.

·         Wali kelas merekap nilai harian dari agenda kunjungan yang ada di kelas masing-masing.

·         Kepala sekolah mengevaluasi dan memberi motivasi kepada setiap kelas untuk melanjutkan observasi dengan menjaga sopan santun saat bersama masyarakat.

 

5.      A tur Eksekusi

Pelaksanaan program dilakukan oleh seluruh warga sekolah dengan Kepala Sekolah sebagai penanggungjawab, guru, tenaga kependidikan dan semua komponen yang ada di sekolah memiliki tanggung jawab yang sama untuk mencapai tujuan program.

Evaluasi dilaksanakan tiap minggu dan evaluasi keseluruhan program setelah kurang lebih 1 bulan pelaksanaan program. Hasil evaluasi bisa dipakai untuk mengambil keputusan tindak lanjut pelaksanaan program.

Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting

A.     MONITORING

1.      Pertanyaan Kunci:

Apakah program Mengenalkan kegiatan yang melibatkan siswa dalam bentuk “proses pembuatan Gula Merah” sebagai bentuk pengenalan wirausaha sudah berjalan dengan baik?

Program sudah terevaluasi berjalan dengan baik terlihat dari dokumentasi laporan kegiatan murid di rumah melalui walikelas.

 

2.      Sejauh apa hambatan yang muncul dalam Mengenalkan kegiatan yang melibatkan siswa dalam bentuk “proses pembuatan Gula Merah” sebagai


bentuk pengenalan wirausaha dalam penumbuhan sikap tanggungjawab muncul pada diri Murid saat program berjalan?

Murid antusias dalam melaksanakan kegiatan yang sudah disusun, mereka lebih menghargai pekerjaan orang tua (walimurid) yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan.

B.     EVALUASI (FOCUS MONITORING)

1.      Bagimana murid melaksanakan program ini?

Murid melaksanakan program ini dengan membentuk TIM, Walikelas membagi Tim dengan memperhatikan lokasi tempat tinggal peserta didik.

2.      Apakah program ini dapat berjalan dengan baik?

Dari hasil evaluasi mingguan yang dilaporkan melalui wali kelas didapatkan hasil bahwa muncul kesadaran siswa dalam menghargai pekerjaan walimurid dan mereka membantu pekerjaan rumah tanpa mengeluh.

 

C.     LEARNING ( PEMBELAJARAN PROGRAM )

Program ini dapat membentuk karakter untuk memiliki rasa peduli dengan orang lain serta karakter untuk membantu orang lain tanpa dipaksa diawali dengan pengawasan dari guru di sekolah dan orang tua di rumah, lama kelaman setelah terbiasa akan menjadi pembiasaan yang dilakukan tanpa pengwasan. Evaluasi dapat menilai hasil pelaksanaan program yang dilaksanakan oleh murid.

 

D.     REPORTING ( PELAPORAN)

1.      Gambaran Umum Program

Siswa bersama guru membuat janji dan jadwal kunjungan dengan salah satu wali murid yang memiliki mata pencaharian sebagai pembuat gula merah. Siswa membuat beberapa pertanyaan dan tahapan yang akan digunakan untuk mendukung observasi.misalnya siswa menyiapkan handphone untuk mengambil dokumentasi. Wali kelas merekap nilai harian dari agenda kunjungan yang ada di kelas masing-masing. Kepala sekolah mengevaluasi dan memberi motivasi kepada setiap kelas untuk melanjutkan observasi dengan menjaga sopan santun saat bersama masyarakat.

Orangtua menjadi penentu keterlaksanaan Program GIBASS di rumah, Kerjasama yang baik antara tim kerja di sekolah dengan orangtua di rumah akan mewarnai hasil dari program yang direncanakan.

2.      Deskripsi Pelaksanaan Program

a.       Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan Program Berjalan durasi sekitar 1 bulan yaitu dari 1 Oktober sampai 1 November.

b.      Strategi Pelaksanaan Program

Program ini dilaksanakan dengan strategi Kerjasama tim yang sudah dibentuk oleh wali siswa serta Kerjasama dengan semua yang terlibat dalam program ini. Mulai dari stakeholder sekolah serta orang tua.

c.       Faktor Pendukung dan Penghambat

§  Faktor pendukung program ini adalah seluruh stakeholder sekolah dan walimurid di rumah.


§  Faktor Penghambat program ini adalah Kerjasama tim yang amsih belum solid.

d.      Hasil Pelaksanaan Program

Program ini dapat membentuk karakter untuk memiliki rasa peduli dengan orang lain serta karakter untuk membantu orang lain tanpa dipaksa diawali dengan pengawasan dari guru di sekolah dan orang tua di rumah, lama kelaman setelah terbiasa akan menjadi pembiasaan yang dilakukan tanpa pengwasan. Evaluasi dapat menilai hasil pelaksanaan program yang dilaksanakan oleh murid.


2. ARTIKEL REFLEKSI

MANISNYA TANPA PEMANIS BUATAN

Oleh :

Prasepti Istiqomah, S. Pd.

CGP Angkatan 2

Kab. Kebumen

  1.  Peristiwa (Fact)

a.       Latar Belakang

Perkenalkan saya Prasepti Istiqomah, salah satu guru yang mengajar di SD NEGERI 1 Srati. Sekolah kami berada di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Sekolah kami berada di lingkungan pantai, perbukitan serta pegunungan yang asri. Banyak potensi daerah yang dapat digunakan sebagai penunjang proses kegiatan belajar mengajar bersama murid.

Pada sekolah kami, Sebagian besar orang tua wali murid kami bermata pencaharian sebagai petani. Komoditas yang ditonjolkan dari tempat tinggal kami adalah pembuatan gula merah dari Nira yang langsung diambil oleh orang tua wali murid kami. Kami akan belajar bagaimana proses produksi, distribusi serta konsumsi gula merah yang sangat banyak manfaatnya. Kami bekerja sama dengan beberapa orang tua wali murid kami untuk membagikan setiap proses yang ingin kami ketahui.

b.      Alasan melakukan aksi nyata

Dalam melakukan aksi nyata yang merupakan pengelolaan program yang berdampak pada murid kami memiliki beberapa tujuan. Setelah program ini berjalan,kami berharap siswa di sekolah kami:

1)      Dapat merasa bangga dengan kekayaan alam di lingkungan sekitar.

2)      Dapat menghargai jenis-jenis pekerjaan orang tua mereka. Hal tersebut bisa menjadi bagian contoh ahlaq mulia yaitu menghormati dan menghargai pekerjaan orang tua.

3)      Menyadari adanya kekayaan asset sekitar lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai kewirausahaan yang bernilai tinggi

2.     Perasaan ( Feeling )

Kami sangat senang Ketika melakukan aksi nyata 3.3.a.10. Siswa yang antusias menanyakan tahap demi tahap pada petani gula merah mulai dari awal pengambilan nira sampai menjadi gula merah. Mereka menanyakan setiap detail serta memiliki keingintahuan yang tinggi. Hal tersebut dapat terlihat dari testimoni siswa dalam video.

3. Pembelajaran ( Findings)

    Dalam pelaksanaan aksi nyata 3.3.a.10 ini para siswa dapat :

a.  Belajar bahwa setiap barang yang akan dikonsumsi harus melewati beberapa proses sebelum dimanfaatkan untuk konsumsi.

b.    Siswa dapat menghargai pekerjaan atau profesi orang dewasa guna memenuhi kebutuhan hidup.

4.  Penerapan (Future)

Kegiatan aksi nyata 3.3.a.10 ini dapat diterapkan sebagai program pengenalan kewirausahaan atau pengelolaan program yang berdampak pada murid. Sebagai guru, kami akan melakukan Kerjasama dengan orang tua siswa untuk melanjutkan program ini. Kegiatan aksi nyata ini juga dapat diterapkan dalam pembelajaran tentang materi kegiatan ekonomi.

Berikut beberapa kegiatan yang kami lakukan dalam menjalankan program  Manisnya Tanpa Pemanis Buatan ini :

1.      Proses diskusi awal dengan siswa

 

Gambar 1. Siswa sedang berdiskusi

2.      Proses Siswa bertemu dengan bapak pengambil air Nira

Gambar 2. Siswa melihat proses pengambilan air Nira

3.      Proses Bapak pengambil Air Nira (Pendheres) mengambil air nira

Foto ini diambil saat pagi hari

Gambar 3. Pak Petani sedang mengambil air Nira

4.      Proses Pembuatan Gula Merah

     Gambar 4. Air Nira    

    Gambar 5. Air nira setelah dimasak ±4 Jam  
         
Gambar 6. Gula merah siap konsumsi

5.      Proses pemanfaatan (Konsumsi) Gula merah

Gambar 7. Pemanfaatan Gula merah untuk membuat bolu kukus gula merah


Comments

  1. Program pengenalan kewirausahaan dengan aset lingkungan sekitar murid yang berdampak pada murid. Dimana murid mendapatkan pengalaman yg sangat bermakna. Bagus sekali programnya Mba.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Koneksi Antar Materi 3.3.a.9